Kawal Program Strategis :BRMP Riau Bekali Penyuluh Siak Amunisi Lapangan & Penginputan CPCL e-banper
Evaluasi dan pembekalan berkala yang dikemas dalam rapat koordinasi penyuluh pertanian Kabupaten Siak, digelar di Gedung Wanita Pemda Siak pada Rabu (23/09/3026). Pertemuan rutin bulanan kali ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si., M.Si. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pesan Menteri Pertanian yang menekankan bahwa keberhasilan sebuah program sangat bergantung pada aksi nyata di lapangan dan kerja sama yang solid dari semua pihak, alih-alih menghabiskan waktu untuk memperdebatkan arahan pimpinan.
Kepala Balai Besar menginstruksikan para penyuluh melakukan usaha lebih (extra effort) untuk memacu percepatan tanam yang bermuara pada peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT). Pada aspek tata kelola air, fokus utama diarahkan pada pengoptimalan manajemen air, khususnya di jaringan lahan Oplah (Optimalisasi Lahan). Lahan wajib ditunjang saluran irigasi tersier yang berfungsi minimal sebagai long storage atau penampung cadangan air. Untuk mengejar target indeks pertanaman, penyuluh harus mengarahkan petani menerapkan metode olah kering lahan yang dapat dilakukan segera tanpa perlu menunggu hujan.
Bahan organik dengan teknik composting insitu menjadi solusi karena lahan yang kaya bahan organik mampu menyimpan cadangan air lebih lama. Selain itu, disosialisasikan inovasi pemanfaatan fly ash sebagai substituen atau bahan pengganti dolomit untuk memperbaiki keasaman tanah. Untuk mitigasi risiko alam, antisipasi intrusi air asin diperketat menggunakan basis data yang kuat. Penyuluh diwajibkan memiliki dan menganalisis catatan historis 5 tahun terakhir mengenai pola kemunculan air asin. Langkah ini penting karena air asin biasanya naik saat puncak kemarau, sehingga ancaman tersebut dapat dipetakan secara akurat. Sebagai solusi konkret, petani di wilayah terdampak diarahkan memakai varietas padi tahan salinitas.
Para penyuluh dibekali materi oleh Narasumber Tim Pendampingan Program Strategis BRMP Riau, Tri Wahyuni, SP. Materi berfokus pada digitalisasi pertanian melalui penginputan CPCL e-Banper. Aplikasi e-Banper ini menjadi kunci utama agar usulan bantuan petani mulai dari benih, saprodi, hingga alsintan terhubung langsung secara digital ke berbagai direktorat teknis Kementan. Dengan kemampuan penyuluh mengoperasikan sistem ini, penyaluran bantuan dipastikan akan berjalan lebih transparan, tepat sasaran, dan cepat sampai ke tangan petani Siak.